Address

  •     Jl. Cendrawasih 11 Tel. 0285 422774 Pekalongan

Tentang Kami

Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan


BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

Tahun Pelajaran 2013/2014 Pemerintah Republik Indonesia mencanangkan pemberlakuan Kurikulum Baru yang sering disebut dengan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 mengandung Kurikulum Nasional yaitu kurikulum yang ditetapkan secara nasional. Selain Itu Daerah (Provionsi dan Kabupaten Kota) juga diberi hak untuk memasukkan pengembangan potensi lokalnya pada kurikulum ini yang disebut dengan kurikulum daerah. Setiap sekolah memiliki karakteristik tertentu yang tentunya berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lain termasuk fasilitas yang dimiliki serta sumber dayanya. Untuk menyikapi hal ini pemerintah juga memberi ruang dalam struktur kurikulum. Berdasarkan hal tersebut, seperti halnya kurikulum sebelumnya, sekolah tetap harus mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan yaitu kurikulum dikembangkan secara berdiverifikasi dengan maksud agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan semangat manajemen berbasis sekolah (MBS).

 

KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. SMP Negeri 2 Pekalongan sebagai satuan pendidikan juga harus menyusun KTSP yang kemudian disebut dengan Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan.

 

Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan ajar, dan metode yang digunakan oleh SMP Negeri 2 Pekalongan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

 

SMP Negeri 2 Pekalongan sebagai sekolah yang pernah berstatus sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah sekolah yang diharapkan sudah memenuhi Standar Nasional pendidikan (SNP) yang penyelenggaraan pendidikan beserta segala aspek pendukungnya dengan lebih menekankan pada aspek intensititas dan kualitas pendidikan yang ditata secara efektif dan profesional.

 

 

B. Landasan

 

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat (3) yang menyatakan bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerahmenyelenggarakan sekurang-kurangnya satu sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007: Standar Pengelolaan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kurikulum SMP-MTs;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah;
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.

 

C. Tujuan

Tujuan Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan, adalah :

  1. Mempunyai dokumen Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan;
  2. Sebagai pedoman pencapaian tujuan pendidikan;
  3. Sebagai pedoman penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 2 Pekalongan
  4. Sebagai dasar pelaksanaan program kegiatan SMP Negeri 2 Pekalongan;
  5. Sebagai pengembangan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, metode, proses, supervisi, monitoring dan evaluasi SMP Negeri 2 Pekalongan

 

 

BAB II

TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

 

A. Tujuan Pendidikan Satuan Pendidikan.

 

  1. Mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembagkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
  2. Mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa, dan ummat manusia

 

B. Visi Sekolah

 

UNGGUL DALAM PRESTASI BERPIJAK PADA NILAI – NILAI RELIGI DAN KELUHURAN BUDAYA BANGSA

C. Misi Sekolah

  1. Mewujudkan Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan yang berwawasan nasional dan lokal.
  2. Mewujudkan keunggulanan dalam proses pembelajaran sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang berprestasi di bidang akademis.
  3. Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi standar kualifikasi serta professional.
  4. Mewujudkan tenaga pendidik dan kependidikan yang unggul dalam kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan ICT.
  5. Mewujudkan pengembangan minat, dan bakat olahraga sehingga dapat menghasilkan atlet/olahragawan yang berprestasi di tingkat nasional.
  6. Mewujudkan dan mengembangkan minat, bakat, dan apresiasi karya seni melalui pembelajaran dan pelatihan sehingga dapat mencapai prestasi di tingkat nasional.
  7. Mewujudkan keunggulan dalam kegiatan IMTAQ, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan,
  8. Mewujudkan budaya luhur bangsa sehingga menjadi sumber kearifan.
  9. Mewujudkan keunggulan dalam budaya disiplin bagi seluruh warga sekolah.
  10. Menumbuhkembangkan kepedulian terhadap lingkungan alam dan sosial bagi seluruh warga sekolah sehingga tercipta suasana belajar dan bekerja yang nyaman, bersih, aman, tertib, indah, dan menyenangkan
  11. Mewujudkan keunggulan dalam sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar nasional untuk mendukung terhadap keberhasilan proses pembelajaran
  12. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah dan mengimplementasikan Total Quality Management (TQM)
  13. Mewujudkan sekolah berperspektif gender dengan mengedepankan keadilan gender

 

3. Tujuan Sekolah

     Pada Tahun Pelajaran 2013/2014, SMP Negeri 2 Pekalongan, diharapkan :

  1. Menghasilkan DokumenKurikulum dengan lengkap,
  2. 18 orang guru kelas 7 mampu menyusun RPP……..
  3. Semua Guru bersama peserta didik kelas 7 melaksanakan pengembangan strategi pembelajaran dengan pendekatan Scientific yangberbasis ICT.
  4. Semua guru kelas 7 mampu mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan standar nasional.
  5. Meningkatkan kompetensi 18 orang guru memiliki kemampuan penguasaan ICT.
  6. Mampu memperoleh juara di bidang olah raga tingkat SMP/MTs Provinsi Jawa Tengah minimal satu cabang olahraga.
  7. Mampu memperoleh juara di bidang seni tingkat SMP/MTs Provinsi Jawa Tengah minimal satu satu cabang seni.
  8. Melaksanakan kegiatan pembinaan IMTAQ secara rutin, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan, budaya luhur bangsa sehingga menjadi sumber kearifan.
  9. 99% warga sekolah menegakan budaya disiplin sehingga tercipta suasana belajar dan bekerja yang bersih, aman, nyaman, tertib, indah, dan menyenangkan.
  10. Sebagian besar warga sekolah menumbuhkembangkan kepedulian terhadap lingkungan alam dan sosial sehingga tercipta suasana belajar dan bekerja yang nyaman, bersih, aman, tertib, indah, dan menyenangkan

 

 

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

 

  1. Struktur Kurikulum.
  2. Muatan Kurikulum.
  3. Daftar Tema atau Mata Pelajaran.

 

No

Mata Pelajaran

Tujuan

1

Pendidikan Agama

Islam

b. Kristen

c. Katholik

d. Hindu

e. Budha

Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik sesuai dengan keyakinan masing-masing

2

Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan

  1. Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup dalam berbangsa dan bernegara
  2. menanamkan rasa persatuan dan kesatuan
  3.  menanamkan kesadaran akan pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, dan gender
  4. mengembangkan kepribadian sesuai karakter dan budaya bangsa.
  5. Menanamkan rasa cinta pada tanah air

 

3

Bahasa Indonesia

  1. Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tulisan;
  2. dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan baik dan benar dengan mengindahkan prisip pragmatik dan sosiolinguistik yang berperspektif gender;
  3. mampu memahami dan menghargai karya sastra, serta
  4. dapat mengekspresikan ide dalam bentuk karya sastra dengan memperhatikan kesetaraan gender.

4

Matematika

  1. Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar algoritma dengan intensif
  2. Menumbuhkan minat terhadap pengetahuan Matematika
  3. Menguasai iptek dalam menyongsong globalisasi.
  4. Menerapkan cara berpikir tingkat tinggi/High order thinking skill (HOTS)

5

Ilmu Pengetahuan Alam

a. Memberikan pengetahuan dan keterampilan konsep dasar sains secara intensif kepada peserta didik guna menyongsong globalisasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

b.   Menerapkan cara berpikir tingkat tinggi/High order thinking skill (HOTS)

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

  1. Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk
  2. mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat
  3. memiliki keterampilan hidup secara mandiri berwawasan kesetaraan gender dalam semua aspek pengetahuan sosial
  4. memiliki keterampilan kewirausahaan
  5. Menerapkan cara berpikir tingkat tinggi/High order thinking skill (HOTS)

7

Bahasa Inggris

  1. dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan baik dan benar dengan mengindahkan p risip pragmatik dan sosiolinguistik yang berperspektif gender
  2. Membina keterampilan berbahasa lisan dan tulisan secara intensif untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era global.
  3. Dapat mengaplikasikan bahasa Inggris di masyarakat penutur asli dengan memahami kaidah sosiolinguistik yang berlaku

8

Seni Budaya

  1. Mengembangkan apresiasi, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional
  2. Mengembangkan apresiasi, daya kreasi, inovasi sebagai wujud kecintaan pada kearifan   budaya lokal/nasional
  3. Mengembangkan produk berbasis ekonomi kreatif

9

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran, meningkatkan keterampilan dalam bidang olahraga, menanamkan sportivitas, tanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan meningkatkan prestasi

10

Prakarya

 

11

Bahasa Jawa

Membina keterampilan berbahasa Jawa secara lisan dan tulisan, dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan baik dan benar, serta mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Jawa Tengah

 

 

  1. Muatan Lokal

 

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

  1. Keunggulan lokal

- Mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS ,IPA, Bahasa Inggris   melaksanakan kunjungan ke pengusaha batik , tenun tradisional , konveksi

- Melaksanakan Mata Pelajaran muatan lokal Keterampilan Seni Membatik.

- Setiap guru mata pelajaran wajib menggunakan atau memanfaatkan lingkungan lokal sekitar sekolah sebagai media belajar.

 

  1. Keunggulan Global

1) Semua mata pelajaran memanfaatkan teknologi informasi   dan komunikasi (ICT)

      

        2) Menyelenggarakan kegiatan English Club.

 

  1. Bimbingan Konseling.

 

No

Jenis

Tujuan

1

Layanan Bimbingan Konsseling

 

  1. Mendorong peserta didik untuk berperan optimal dalam memenuhi kebutuhan paling elementer;
  2. Membantu siswa dalam menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki seara optimal, serta menatap masa depan dengan cerah;
  3. Membantu siswa dalam menentukan dan mendalami peminatan

 

a

Layanan Bimbingan Konseling yang meliputi

1)   Pelayanan Dasar

2)   Pelayanan Pengembangan

3)   Pelayanan Arah   Peminatan/ lintas peminatan/ Pendalaman studi siswa

4)   Pelayanan Teraputik

5)   Pelayanan Diperluas

 

 

       

 

 

  1. Ektrakurikuler

 

 

 

1) Kepramukaan

Melatih peserta didik untuk

  1. meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. meningkatkan kedisiplinan
  3. berorganisasi
  4. hidup mandiri
  5. mempertahankan hidup
  6. memiliki jiwa sosial, peduli orang lain, dan lingkungan
  7. memiliki sifat kerja sama kelompok
  8. menyelesaikan permasalahan secara tepat dan cepat
  9. mengembangkan kreativitas
  10. bertanggung jawab

 

 

2) Olahraga

a) Bola Voli

b) bola basket

c) Tae Kwondo

d) Panahan

e) atletik

f) Pencak silat

g) Karate

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran, meningkatkan keterampilan dalam bidang olahraga, menanamkan sportivitas, tanggung jawab, disiplin, percaya diri, dan memupuk obsesi untuk mencapai prestasi tinggi

 

 

 

3) Kesenian

a) Seni Baca Quran (SBQ)

b) Seni Tari

c) Seni Musik

d) Seni Teater

e) Seni Rupa

Mengembangkan apresiasi, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional maupun internasional

Menumbuhkan obsesi untuk berprestasi tinggi

 

 

 

4) Keilmuan

a) Kelompok Ilmiah Remaja

b) English Club

   (1) speech

   (2) story Telling

   (3) CCU (Cross Culture Understanding)

   (4) conversation

(5) Connecting Classroom Online (CCO)

 

KIR : Meningkatkan wawasan keilmuan dan cara berpikir kritis, analitis, logis

EC :

dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan baik dan benar dengan mengindahkan prisip pragmatik dan sosiolinguistik

Meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara aktif

 

 

 

5) Kewiraan

Patroli Keamanan Sekolah/ Tata Upacara Bendera, PBB

 

Meningkatkan sikap disiplin, persatuan, tanggung jawab, jujur, cinta tanah air, kekompakan, dan menumbuhkan obsesi berprestasi

 

 

  1. Pengaturan Beban Belajar.

 

  • Satu Jam Kegiatan Pembelajaran tatap muka selama 40 menit
  • Jumlah jam pelajaran per minggu 40 jam pelajaran
  • Minggu efektif 1 tahun pelajaran sebanyak 38 minggu.
  • Tugas – tugas di luar tatap muka maksimal 50 % dari beban belajar

 

Beban Belajar kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk setiap Satuan Pendidikan

Satuan Pendidikan

Kelas

Satu jam pembelajaran tatapmuka (menit)

Jumlah jam pemb. Perminggu

Minggu Efektif per tahun ajaran

Waktu pembelajaran per tahun

Jumlah jam per tahun

 

SMP

 

VII. s.d IX

 

40

 

40

 

38

 

60.800 menit

 

1.013,33

jam

 

 

Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum 20 menit x 36 jam x 38 minggu = 53.200 menit ( 886,67 Jam )

 

  1. Peraturan Akademik.

 

  1. Jumlah Jam Pelajaran/Tema.

Stuktur Kurikulum SMP Negeri 2 Pekalongan berisi sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik dapat dilihat dalam tabel berikut:

 

Mata Pelajaran

Alokasi Belajar Per Minggu

VII

VIII

IX

Kelompok A

 

 

 

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

3

 

 

  1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

3

 

 

  1. Bahasa Indonesia

6

 

 

  1. Matematika

5

 

 

  1. Ilmu Pengetahuan Alam

5

 

 

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial

4

 

 

  1. Bahasa Inggris    

4

 

 

Kelompok B

   1. Seni Budaya

   2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

   3. Prakarya

   4. Bahasa Jawa

 

3

3

 

2

2

 

 

 

 

Jumlah

40

 

 

 

  1. Kreteria Ketuntasan Minimal.

Ketuntasan Belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0% - 100%. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar 80% dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Peningkatan kriteria ketuntasan secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan maksimal dengan rentang 2.00% per tahun. Setiap mata pelajaran dapat menetapkan kriteria ketuntasan yang berbeda-beda, tetapi minimal harus sama dengan kriteria ketuntasan minimal.

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal SMP Negeri 2 Pekalongan mempertimbangkan aspek-aspek:

a. kekompleksan kompetensi dasar

b. tingkat kemampuan rata-rata peserta didik

c. kemampuan sumber daya pendukung

Secara bertahap dan berkelanjutan, SMP Negeri 2 Pekalongan selalu mengusahakan peningkatan KKM untuk mencapai ketuntasan ideal.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, SMP Negeri 2 Pekalongan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut:

 

 

Komponen

 

Kriteria Ketuntasan Minimal

 

 

Keterangan

A. Mata Pelajaran

   1. Pendidikan Agama

76

B+

   2. Pendidikan Kewarganegaraan

76

B+

   3. Bahasa Indonesia

76

B+

   4. Bahasa Inggris

76

B+

   5. Matematika

76

B+

   6. Ilmu Pengetahuan Alam

76

B+

   7. Ilmu Pengetahuan Sosial

76

B+

   8. Seni Budaya

76

B+

   9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan   Kesehatan

76

B+

  1. Prakarya

76

B+

B. Muatan Lokal

  1. Bahasa Jawa

76

B+

 

Kegiatan Remedial

Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang dilaksanakan di luar jam pembelajaran. Kepada siswa yang bersangkutan wajib diberikan remedial maksimal sampai dengan dua kali penilaian.

Pelaksanaan remedial dilaksanakan melalui tahap-tahap:

  1. Berdasarkan analisis, siswa mengikuti pembelajaran remedial pada kompetensi dasar atau indikator yang belum tuntas dilanjutkan dengan penilaian hingga mencapai ketuntasan. Jika belum mencapai ketuntasan, dilaksanakan remedial lagi maksimal dua kali.
  2. Jika sampai dua kali remedial siswa belum mencapai ketuntasan minimal, siswa belajar mandiri dan dites/dinilai kembali pada waktu yang telah ditentukan.
  3. Jika dengan cara a dan b belum juga mencapai ketuntasan minimal, siswa tugas mandiri yang relevan.
  4. Jika dengan cara a, b, dan c, siswa tetap tidak mencapai ketuntasan minimal, nilai yang dipergunakan adalah nilai tertinggi yang dicapai dari proses penilaian.
  5. Nilai maksimal siswa yang mengikuti remedial adalah sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal.

 

               Rumus Penghitungan Nilai Rapor

NR :     ( 2 NH + 1 UTS + 1 UAS / UKK )

                                                                       4

                     Nilai Harian (NH) =     3 UH + 1 TP

                                                           4

                                   NR       = Nilai Rapor              

                      UTS     = Ulangan Tengah Semester

                      UAS     = Ulangan Akhir Semester

UKK    = Ulangan Kenaikan Kelas

UH       = Ulangan KD, Nilai Tugas tuntutan KD, Nilai portofolio,

   Nilai Projek, Nilai Produk, atau Nilai Sikap                                                

TP        = Tugas pendampingan

 

  1. Kreteria Kenaikan Kelas

 

                           a. Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai rapor semester 2

                           b. Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila:

  1. Peserta didik tidakmemiliki nilai kurang dari 76 ( B+ ).
  2. Nilai rata-rata seluruh mata pelajaran baik tertulis maupun praktik minimal 76 (B+
  3. Boleh ada nilai di bawah KKM maksimal 2 mata pelajaran di semester 2 ( dua ).
  4. Memiliki nilai perilaku/akhlak dan kepribadian minimal B (baik)
  5. Memiliki nilai Ekstrakurikuler minimal B (baik)
  6. Jumlah ketidakhadiran tanpa keterangan di kelas maksimal 12 hari dalam satu semester
  7. Skor pelanggaran disiplin/tata tertib (kumulatif) tidak lebih dari 100